Makan keluarga merupakan tradisi berharga yang harus dilestarikan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar makan bersama, namun juga menjadi momen yang sangat berarti untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.
Menurut pakar hubungan keluarga, Dr. John Gottman, “Makan bersama keluarga dapat meningkatkan komunikasi dan kebersamaan. Hal ini juga dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat di antara anggota keluarga.”
Tradisi makan keluarga sebenarnya telah lama dikenal dan dipraktikkan di banyak budaya, termasuk budaya Indonesia. Menurut Prof. Dr. M. J. Sulaiman, seorang ahli budaya, “Makan keluarga merupakan bagian penting dari budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.”
Namun, dengan gaya hidup yang semakin sibuk dan teknologi yang semakin canggih, tradisi makan keluarga seringkali terabaikan. Banyak orang lebih memilih makan di luar atau bahkan makan sendiri di depan layar gadget.
Menurut survey yang dilakukan oleh Asosiasi Restoran Indonesia, jumlah orang yang makan di luar rumah lebih banyak daripada yang makan di rumah bersama keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi makan keluarga memang perlu diperhatikan agar tidak punah.
Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk menyadari pentingnya tradisi makan bersama. Mulailah dengan mengatur jadwal makan bersama setidaknya dua kali seminggu. Buatlah momen tersebut menjadi spesial dengan menghidupkan percakapan dan menyajikan makanan favorit anggota keluarga.
Sebagaimana dikatakan oleh ibu rumah tangga, Ibu Ani, “Makan bersama keluarga adalah waktu yang paling saya tunggu setiap hari. Itu adalah saat-saat bahagia yang tidak bisa tergantikan dengan apapun.”
Jadi, mari kita jaga dan lestarikan tradisi makan keluarga agar kebersamaan dan hubungan antar anggota keluarga tetap terjaga. Karena, seperti kata pepatah, “Keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta tak pernah berakhir.”