Makan keluarga bukan hanya sekedar aktivitas mengisi perut, namun juga merupakan kunci keberhasilan hubungan keluarga yang harmonis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi keluarga, Dr. John DeFrain, makan bersama keluarga dapat meningkatkan komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga.
Makan keluarga menjadi momen penting di mana anggota keluarga dapat saling berbagi cerita dan pengalaman sehari-hari. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Parents, ahli psikologi anak, Dr. William Doherty, mengatakan bahwa makan keluarga dapat menjadi waktu yang paling berharga untuk memperkuat hubungan keluarga.
Makan keluarga juga dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara anggota keluarga. Menurut Dr. Anne Fishel, seorang profesor keluarga dan psikolog klinis, makan bersama keluarga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota keluarga.
Namun, dalam kesibukan dan dinamika kehidupan modern saat ini, seringkali makan keluarga menjadi hal yang terabaikan. Banyak orang lebih memilih untuk makan sendiri atau di luar rumah karena alasan kesibukan. Padahal, menyediakan waktu untuk makan bersama keluarga dapat membawa dampak positif yang besar bagi keharmonisan keluarga.
Oleh karena itu, penting bagi setiap keluarga untuk membuat waktu untuk makan keluarga sebagai bagian dari rutinitas harian. Sediakanlah waktu khusus di mana semua anggota keluarga dapat berkumpul bersama dan menikmati hidangan bersama. Dengan demikian, kita dapat memperkuat hubungan keluarga dan menciptakan kebersamaan yang lebih erat.
Jadi, jangan remehkan kekuatan makan keluarga dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis. Mulailah untuk menjadikan makan keluarga sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, keluarga adalah tempat di mana kita selalu bisa kembali dan merasa diterima dengan sepenuh hati.