Belajar masak ala nenek memang tak pernah lekang oleh waktu. Resep turun temurun yang menggugah selera selalu menjadi favorit di setiap keluarga. Bagaimana tidak, cita rasa yang autentik dan khas dari masakan nenek selalu berhasil membuat kita tergoda untuk mencobanya.
Menurut Chef Vindex Tengker, belajar masak ala nenek memiliki nilai historis yang tinggi. “Masakan nenek bukan hanya sekadar santapan harian, tapi juga warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya. Dengan belajar masak ala nenek, kita juga turut membawa tradisi kuliner keluarga ke generasi selanjutnya.
Salah satu resep turun temurun yang tak pernah gagal menggugah selera adalah sambal terasi ala nenek. Rasanya yang pedas dan gurih membuat semua orang ketagihan. “Sambal terasi nenek saya sudah menjadi ciri khas keluarga kami. Setiap kali ada acara keluarga, pasti ada sambal terasi ini di meja makan,” cerita Ibu Sumi, seorang ibu rumah tangga yang gemar memasak.
Tak hanya sambal terasi, ada pula rendang daging ala nenek yang tak kalah nikmatnya. Dengan bumbu yang kaya rempah dan daging yang empuk, rendang daging nenek selalu menjadi primadona di setiap acara spesial. “Rendang nenek saya selalu menjadi rebutan di antara anggota keluarga. Semuanya suka dengan cita rasanya yang autentik,” tambah Ibu Sumi.
Belajar masak ala nenek juga dapat menjadi terapi bagi kita yang sedang merasa stres atau lelah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Karen Lee, seorang psikolog kuliner, aktivitas memasak dapat meningkatkan mood dan mengurangi tingkat stres seseorang. “Masak dengan resep turun temurun seperti masakan nenek dapat memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan yang tak tergantikan,” jelasnya.
Jadi, jangan ragu untuk belajar masak ala nenek dan mencoba resep turun temurun yang menggugah selera. Selain dapat memuaskan lidah, kita juga turut melestarikan warisan kuliner keluarga. Seperti yang dikatakan oleh nenek saya, “Masakan nenek adalah cinta yang bisa kita bagi bersama orang terkasih.” Selamat mencoba!